Ekstrakulikuler

Kegiatan Ektrakurikuler di SMP N 1 Alian

a.  Ekstrakurikuler

1)  Pengertian

Kegiatan ekstrakurikuler menjembatani kebutuhan perkembangan peserta didik yang berbeda; seperti perbedaan sense akan nilai moral dan sikap, kemampuan, dan kreativitas. Melalui partisipasinya dalam kegiatan ekstrakurikuler peserta didik dapat belajar dan mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama dengan orang lain, serta menemukan dan mengembangkan potensinya. Kegiatan ekstrakurikuler juga memberikan manfaat sosial yang besar.

Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu perangkat operasional (supplement dan complements) kurikulum, yang perlu disusun dan dituangkan dalam rencana kerja tahunan/kalender pendidikan satuan pendidikan.

Ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar minat yang dikembangkan oleh kurikulum. Berdasarkan definisi tersebut, maka kegiatan di sekolah atau pun di luar sekolah yang terkait dengan tugas belajar suatu mata pelajaran bukanlah kegiatan ekstrakurikuler.

Dalam Kurikulum 2013 dikenal dua kategori ekatrakurikuler, yaitu:

  1. ekstrakurikuler wajib, yaitu program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali bagi peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut;
  2. ekstrakurikuler pilihan, yaitu program ekstrakurikuler yang dapat diikuti oleh peserta didik sesuai dengan bakat dan minatnya masing-masing.

 

2)  Komponen Kegiatan Ekstrakurikuler

a)  Visi dan Misi

(1)   Visi

Visi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah berkembangnya potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, dan kemandirian peserta didik secara optimal melalui kegiatan-kegiatan di luar kegiatan intrakurikuler.

(2)   Misi

Misi kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah sebagai berikut:

  1.  
    1.  
      1. Menyediakan sejumlah kegiatan yang dapat dipilih dan diikuti sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat peserta didik.
      2. Menyelenggarakan sejumlah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk dapat mengekspresikan dan mengaktualisasikan diri secara optimal melalui kegiatan mandiri dan atau berkelompok.

b)  Fungsi dan Tujuan

(1)   Fungsi

Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan memiliki fungsi pengembangan, sosial, rekreatif, dan persiapan karir.

 

  1. Fungsi pengembangan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mendukung perkembangan personal peserta didik melalui perluasan minat, pengembangan potensi, dan pemberian kesempatan untuk pembentukan karakter dan pelatihan kepemimpinan.
  2. Fungsi sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik. Kompetensi sosial dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperluas pengalaman sosial, praktek keterampilan sosial, dan internalisasi nilai moral dan nilai sosial.
  3. Fungsi rekreatif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilakukan dalam suasana rileks, menggembirakan, dan menyenangkan sehingga menunjang proses perkembangan peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat menjadikan kehidupan atau atmosfer sekolah lebih menantang dan lebih menarik bagi peserta didik.
  4. Fungsi persiapan karir, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler berfungsi untuk mengembangkan kesiapan karir peserta didik melalui pengembangan kapasitas.

 

(2)   Tujuan

Tujuan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan adalah:

  1.  
    1.  
      1. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik.
      2. Kegiatan ekstrakurikuler harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

c)  Prinsip

Kegiatan ekstrakurikuler pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut.

 

  1. Bersifat individual, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing.
  2. Bersifat pilihan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela.
  3. Keterlibatan aktif, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masing-masing.
  4. Menyenangkan, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik.
  5. Membangun etos kerja, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat peserta didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat.
  6. Kemanfaatan sosial, yakni bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat.

 

d)  Jenis Kegiatan

Kegiatan ekstrakurikuler dapat berbentuk:

 

  1. Krida; meliputi Kepramukaan, Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS), Palang Merah Remaja (PMR), dan lainnya;
  2. Latihan/olah bakat/prestasi; meliputi pengembangan bakat olahraga, seni dan budaya, cinta alam, jurnalistik, teater, keagamaan, dan lainnya; atau
  3. Jenis lainnya.

 

e)  Format Kegiatan

Kegiatan ekstrakurikuler dapat diselenggarakan dalam berbagai bentuk.

 

  1. Individual, yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik secara perorangan.
  2. Kelompok, yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh kelompok-kelompok peserta didik.
  3. Klasikal, yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik dalam satu kelas.
  4. Gabungan, yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh peserta didik antarkelas.
  5. Lapangan, yakni kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan dalam format yang diikuti oleh seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar sekolah atau kegiatan lapangan.

 

 

3)  Mekanisme Kegiatan Ekstrakurikuler

Pengembangan Program dan Kegiatan ekstrakurikuler dalam Kurikulum 2013 dikelompokkan berdasarkan kaitan kegiatan tersebut dengan kurikulum, yakni ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan.

  1. Ekstrakurikuler wajib merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik, terkecuali peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak memungkinkannya untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut. Dalam Kurikulum 2013, Kepramukaan ditetapkan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib dari sekolah dasar (SD/MI) hingga sekolah menengah atas (SMA/SMK), dalam pendidikan dari sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pelaksananannya dapat bekerja sama dengan organisasi Kepramukaan setempat/terdekat.
  2. Ekstrakurikuler pilihan merupakan kegiatan yang antara lain OSIS, UKS, dan PMR. Selain itu, kegiatan ini dapat juga dalam bentuk antara lain kelompok atau klub yang kegiatan ekstrakurikulernya dikembangkan atau berkenaan dengan konten suatu mata pelajaran, misalnya klub olahraga seperti klub sepak bola atau klub bola voli.

 

Kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan di SMP Negeri 1 Alian adalah sebagai berikut:

a)  Bidang Olahraga, meliputi : Pencak Silat, Karate, Sepak Takraw, Basket, dan Sepakbola.

b)  Bidang Seni, meliputi : Karawitan,Band,Seni Taridan Rebana.

c)  Bidang Wawasan Kebangsaan, seperti : Upacara dan Paskibra, Pramuka (wajib), dan PMR.

d)  Bidang Ketaqwaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, meliputi : Tilawah, Tartil dan Rohis.

 

Kegiatan Ekstrakurikuler di SMP Negeri 1 Alian:

No.

Nama Kegiatan

Hari

Waktu

1.

Kepramukaan

Jum’at

14.00 – 15.30

2.

PMR

Kamis

14.00 – 15.30

3.

Seni Baca Alquran dan Baca Tulis Alquran (BTQ)

Senin

14.00 – 15.30

4.

Pencak Silat

Kamis

14.00 – 15.30

5.

Seni Tari

Kamis

14.00 – 15.30

6.

Basket

Rabu

14.00 – 15.30

7.

Sepak Takrow

Kamis

14.00 – 15.30

8.

Drumband

Sabtu

14.00 – 15.30

9.

Band

Senin

14.00 – 15.30

10.

Rebana

Selasa

14.00 – 15.30

11.

Karawitan

Senin

14.00 – 15.30

12.

Sepak Bola

Selasa

14.00 – 15.30

13.

Tilawah

Salasa

14.00 – 15.30

14

OSN dan KIR

Sabtu

14.00 – 15.30

15

Karate

Senin

14.00 – 15.30

16

Menjahit/Kewirausahaan

Sabtu

14.00 – 15.30

Keterangan :

a)  Alokasi Waktu Kelas VII, VIII dan kelas IX dialokasikan 2 jam pelajaran (ekuivalen 2 x 40 menit)

b)  Kelas IX pada semester II tidak ada kegiatan ekstrakurikuler namun diberi kegiatan bimbingan belajar secara intensif untuk persiapan Ujian Naional.

 

4)  Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler

Peserta didik harus mengikuti program ekstrakurikuler wajib (kecuali bagi yang terkendala), dan dapat mengikuti suatu program ekstrakurikuler pilihan, baik yang terkait maupun yang tidak terkait dengan suatu mata pelajaran di satuan pendidikan tempatnya belajar.

Penjadwalan waktu kegiatan ekstrakurikuler sudah harus dirancang pada awal tahun atau semester dan di bawah bimbingan kepala sekolah atau wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan peserta didik. Jadwal waktu kegiatan ekstrakurikuler diatur sedemikian rupa sehingga tidak menghambat pelaksanaan kegiatan kurikuler atau dapat menyebabkan gangguan bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan kurikuler.

Kegiatan ekstrakurikuler dilakukan di luar jam pelajaran kurikuler yang terencana setiap hari. Kegiatan ekstrakurikuler dapat dilakukan setiap hari atau waktu tertentu (blok waktu). Kegiatan ekstrakurikuler, seperti OSIS, klub olahraga, atau seni mungkin saja dilakukan setiap hari setelah jam pelajaran usai. Sementara itu kegiatan lain, seperti Klub Pendidikan Lingkungan Hidup dan kegiatan lain yang memerlukan waktu panjang dapat direncanakan sebagai kegiatan dengan waktu tertentu (blok waktu).

Khusus untuk Kepramukaan, kegiatan yang dilakukan di luar sekolah atau terkait dengan berbagai satuan pendidikan lainnya, seperti Jambore Pramuka, ditentukan oleh pengelola/pembina Kepramukaan dan diatur agar tidak bersamaan dengan waktu belajar kurikuler rutin.

 

5)  Penilaian Kegiatan Ekstrakurikuler

Penilaian perlu diberikan terhadap kinerja peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler. Kriteria keberhasilan lebih ditentukan oleh proses dan keikutsertaan peserta didik dalam kegiatan ekstrakurikuler yang dipilihnya. Penilaian dilakukan secara kualitatif.

Peserta didik diwajibkan untuk mendapatkan nilai memuaskan pada kegiatan ekstrakurikuler wajib pada setiap semester. Nilai yang diperoleh pada kegiatan ekstrakurikuler wajib Kepramukaan berpengaruh terhadap kenaikan kelas peserta didik. Nilai di bawah memuaskan dalam dua semester atau satu tahun memberikan sanksi bahwa peserta didik tersebut harus mengikuti program khusus yang diselenggarakan bagi mereka.

Persyaratan demikian tidak dikenakan bagi peserta didik yang mengikuti program ekstrakurikuler pilihan. Meskipun demikian, penilaian tetap diberikan dan dinyatakan dalam buku rapor. Penilaian didasarkan atas keikutsertaan dan prestasi peserta didik dalam suatu kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti. Hanya nilai memuaskan atau di atasnya yang dicantumkan dalam buku rapor.

Satuan pendidikan dapat dan perlu memberikan penghargaan kepada peserta didik yang memiliki prestasi sangat memuaskan atau cemerlang dalam satu kegiatan ekstrakurikuler wajib atau pilihan. Penghargaan tersebut diberikan untuk pelaksanaan kegiatan dalam satu kurun waktu akademik tertentu. Penghargaan tersebut memiliki arti sebagai suatu sikap menghargai prestasi seseorang.

Penilaian Kegiatan pengembangan diri dinilai dengan SKK (standar ketuntasan kemandirian) dan dilaporkan secara berkala kepada sekolah dan orang tua dalam bentuk kualitatif.

 

Kategori

Keterangan

A= 86 – 100
Sangat Baik
B= 71 – 85
Baik
C= 56 – 70
Cukup
D= 41 – 55
Kurang

 

b.  Pembiasaan

     Kegiatan Pembiasaan yang dilakukan di SMP Negeri 1 Alian antara lain sebagai berikut:

  1. Senyum, salam dan sapa (3S)
  2. Melaksanakan jalan sehat setiap hari Jum’at pada jam ke-1 untuk kelas VII, VIII dan IX serta seluruh guru dan karyawan.
  3. Mendengarkan lagu-lagu Nasional sebelum pelajaran dimulai.
  4. Berdo’a sebelum dan sesudah belajar.
  5. Upacara bendera setiap hari Senin dan hari besar nasional.
  6. Peringatan hari besar nasional keagamaan.
  7. Shalat Dhuhur berjamaah dan Shalat Duhauntuk kelas VII, VIII dan IX secara terjadwal.
  8. Sholat Dhuha untuk kelas VII secara terjadwal pada hari Jum’at jam pertama.
  9. Tadarus Al-Qur’an kelas VII, VIII dan IX setiap hari Kamis pada jam terakhir (jam ke-8)
  10. Penggunaan Bahasa Jawa setiap hari Kamis
  11. English Day setiap hari Jum’at.
  12. Hari berbagi, doa ulang tahun, pemberian reward prestasi.
  13. Bersalaman dan mengucapkan salam kepada bapak/ibu guru.
  14. Membiasakan mengucapkan kata : terima kasih, permisi, minta tolong, dan minta maaf.
  15. Melaksanakan kebersihan lingkungan kelas, sekolah dan sekitarnya pada hari Jum’at jam ke-1 secara terjadwal.
  16. Melaksanakan kegiatan berkebun pada hari Jum’at minggu ke-2 dan ke-4 untuk staf tata laksana.