Pendidikan nasional tahun
2026 berfokus pada reformasi pembelajaran bermutu, digitalisasi, dan
pembatasan gawai. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)
menerapkan pendekatan Deep Learning serta memastikan kegiatan
belajar mengajar berlangsung tatap muka penuh setelah wacana sekolah daring
dibatalkan.
Berikut adalah rangkuman kebijakan dan
berita pendidikan terkini:
- Fokus Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Kemendikdasmen
menggeser fokus pendidikan dari sekadar menghafal menjadi pemahaman yang
lebih bermakna di dalam kelas. Pengalaman belajar peserta didik menjadi
pusat kebijakan utama, bukan lagi sekadar pelaporan administratif.
- Pembatasan Penggunaan Gawai di Sekolah: Melalui
SE Mendikdasmen, pemerintah membatasi penggunaan gawai guna menjaga
kesehatan fisik dan mendukung perkembangan sosial serta emosional anak.
Sebagai gantinya, sekolah didorong untuk kembali menghidupkan aktivitas
interaksi sosial seperti permainan tradisional.
- Akselerasi Digitalisasi Bebas Blank
Spot: Pemerintah menargetkan 16.557 satuan pendidikan mendapatkan
akses internet pada 2026. Hal ini merupakan lonjakan signifikan dari tahun
sebelumnya dan ditujukan untuk membebaskan sekolah dari blank spot.
Sekolah Tetap Tatap Muka: Wacana penerapan kembali kegiatan belajar
mengajar secara daring secara nasional telah dibatalkan oleh pemerintah,
sehingga aktivitas sekolah tetap berjalan penuh melalui tatap muka.